Senin, 26 November 2012

Kontrasepsi Sederhana


1.      METODE KONTRASEPSI SEDERHANA TANPA ALAT
a.      Metode Kalender (Ogino- Knause)
Dasar:
Menentukan waktu ovulasi dari data haid yang tercatatselama 6-12 bulan terakhir.
Pada tahun 1930 Kyusaku Ogino di Jepang dan Herman Knaus di Austria , yang bekerja sendiri- sendiri mengemukakan bahwa:
Ogino : ovulasi pada umumnya terjadi pada hari ke-15 sebelum haid berikutnya, tetapi dapat pula terjadi 12-16 hari sebelum haid yang akan dating.
Knause : Ovulasi selalu terjadi pada hari ke -15 sebelum haid yang akan dating
.
Tehnik Metode Kalender
Seseorang wanita menentukan masa suburnya dengan cara:
a.       Mengurangi 18 hari dari siklus haid terpendek, untuk menentukan awal masa suburnya
b.      Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir dari masa subuirnya.
Efektivitas Metode Kalender
Angka kegagalan 14,4-47 kehamilan pada 100 wanita per tahun
b.      Metode Suhu Badan Basal (Termal)
Dasar :
Peninggian suhu badan basal 0,2-0,5 ᵒC pada waktu ovulasi
Peningkatan suhu basal mulai 1-2 hari setelah ovulasi disebabkan oleh peninggian kadar hormon progesterone.

Tehnik Metode Suhu Badan Basal
a.       Pada umumnya digunakan thermometer khusus dengan kalibrasi yang diperbesar (basal thermometer), meskipun thermometer biasa juga bisa dipakai.
b.      Waktu pengukuran harus pada saat yang sama setiap pagi dan setelah tidur nyenyak sedikitnya 3-5 jam serta masih dalam keadaan istirahat mutlak.
c.       Pengukuran dilakukan secara:
-        Oral (3 menit)
-        Rektal (1 menit), ini cara terbaik
-        Vaginal

Faktor- faktor yang mempengaruhi Suhu Badan Basal
1.      Influenza atau infeksi traktus respiratorius lain.
2.      Infeksi/ penyakit- penyakit lain yang meninggikan suhu badan
3.      Inflamasi lokal lidah, mulut atau daerah anus.
4.      Faktor- faktor situasional seperti mimpi buruk
5.      Jam tidur yang ireguler
6.      Pemakaian minuman panas atau dingin sebelum pengambilan suhu badan basal
7.      Pemakaian selimut elektris
8.      Kegagalan membaca termometer dengan tepat/baik
Macam- macam peninggian suhu badan basal
a.       Peninggian suhu yang mendadak (abrupt). Ini paling sering terjadi
b.      Peninggian suhu secara perlahan-lahan (gradual)
c.       Peninggian suhu bertingkat, umumnya didahului penurunan suhu yang cukup tajam
Efektivitas Suhu Badan Basal
Angka kegagalan 0,3-0,6 kehamilan pada 100 wanita pertahun.
Kerugian utama metode suhu badan basal ialah bahwa abstinens sudah harus dilakuakn pada masa pra ovulasi.

c.       Metode Lendir Serviks (Billings)
Dasar :
Perubahan siklis dari lender serviks yang terjadi karena perubahan kadar esterogen.

Peranan Lendir Serviks
Lender servik yang diatur oleh hormone esterogen dan progesterone ikut berperan dalam reproduksi.
Pada tiap siklus haid diproduksi 2 macam lendir serviks oleh sel- sel serviks,  yaitu :
1.      Lendir Type-E (Estrogenik)
a.       Diproduksi pada fase akhir pra ovulasi dan fase ovulasi
b.      Sifat- sifat :
-        Banyak, tipis, seperti air (jernih) dan viskositas rendah.
-        Spinnbarkeit (elastisitas) besar. Spinnbarkeit = sampai beberapa jauh lendir dapat direnggangkan sebelum putus.
-        Bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis
c.       Spermatozoa dapat menembus dinding ini
2.      Lendir Type- G (Gestagenik)
a.       Diproduksi oleh fase awal pra ovulasi dan setelah ovulasi

b.      Sifat- sifat
-        Kental
-        Viskositas tinggi
-        Keruh (opaque)

c.       Dibuat karena peninggian kadar progesterone
d.      Spermatozoa tidak dapat menembus lendir ini

Ciri- ciri Lendir Serviks pada berbagai fase dari siklus haid (30 hari)
a.       Fase I
-        Haid
-        Hari 1-5
-        Lendir dapat ada atau tidak, dan tertutup oleh darah haid
-        Perasaan wanita: basah dan licin (lubrikatif)
b.      Fase 2
-        Pasca haid
-        Hari 6-10
-        Tidak ada lendir atau hanya sedikit sekali
-        Perasaan wanita : kering
c.       Fase 3
-        Awal pra ovulasi
-        Hari 11-13
-        Lendir keruh, kuning, atau putih, dan liat
-        Perasaan wanita : liat dan/atau lembab
d.      Fase 4
-        Segera sebelum, pada saat dan sesudah ovulasi
-        Hari ke 14- 17
-        Lendir bersifat jernih, licin, basah, dapat direnggangkan
-        Dengan konsisten seperti putih telur
-        Hari terakhir dari fase ini dikenal sebagai “gejala puncak” (peak symptom)
-        Perasaan wanita : lubrikatif dan/atau basah
e.        Fase 5
-        Pasca ovulasi
-        Hari 18-21
-        Lendir sedikit, keruh, dan liat
-        Perasaan wanita : liat dan/ atau lembab
f.       Fase 6
-        Akhir pasca-ovulasi atau segera pra haid
-        Hari 27-30
-        Lendir jernih dan seperti air
-        Perasaan wanita : liat dan /atau lembab dan/atau basah

Tehnik Metode Lendir Serviks
Abstines dimulai pada hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut sampai dengan hari keempat setelah gejala puncak (peak symptom).

Penyulit- penyulit Metode Lendir Serviks
a.       Keadaan fisiologis :sekresi vagina karena rangsangan seksual
b.      Keadaan patologis : infeksi vagina, serviks, penyakit-penyakit, pemakaian obat-obatan
c.       Keadaan psikologis : stress (fisik dan emosional)
Efektivitas  Metode Lendir Serviks
a.       Angka kegagalan  : 0.4-39.7 kehamilan pada 100 wanita per tahun
b.      Disamping abstinens pada saat yang diperlukan, masih ada sebab lain yang menyebabkan terjadinya kegagalan
-        Pengeluaran lendir mulai terlambat
-        Gejala-puncak timbul terlalu awal
-        Lendir tidak dapat dirasakan atau dinilai oleh si wanita

d.      Metode Sympto-Termal
Dasar :
Kombinasi antara bermacam metode KB alamiah untuk menentukan masa subur
Efektivitas
Angka kegagalan : 4.9-34.4 kehamilan pada 100 wanita per tahun


e.       Coitus Interuptus (Senggama Terputus)
Merupakan suatu metode kontrasepsi dimana senggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intra- vaginal. Ejakulasi terjadi jauh dari genetalia eksterna wanita.

Keuntungan :
1.      Tidak memerlukan alat / murah
2.      Tidak menggunakan zat-zat kimiawi
3.      Selalu tersedia setiap saat
4.      Tidak mempunyai efek samping

Kerugian
1.      Angka kegagalannya cukup tinggi :
a.       16-23 kehamilan per 100 wanita per tahun.
b.      Faktor-faktor yang menyebabkan angka kegagalan tinggi yaitu:
-        Adanya cairan pra ejakulasi ( yang sebelumnya tersimpan dalam kelenjar prostat, urethra, kelenjar cowper), yang dapat dikeluarkan setiap saat, dan setiap tetes sudah mengandung berjuta-juta spermatozoa
-        Kurangnya control diri pria, yang pada metode ini justru sangat penting
2.      Kenikmatan seksual berkurang bagi suami istri, sehingga mempengaruhi kehidupan perkawinan

Kontra Indikasi
Ejakulasi premature pada pria
Hal- hal Penting Yang Harus Diketahui Akseptor
1.      Sebelum senggama, cairan pra ejakulasi pada ujung penis dibersihkan terlebih dahulu
2.      Bila pria merasa akan ber ejakulasi, ia harus segera mengeluarkan penisnya dari dalam vagina, dan selanjutnya ejakulasi dilakukan jauh dari orifisium vagina
3.      Coitus Interuptus bukan merupakan metode kontrasepsi yang baik bila pasangan suami isteri menginginkan senggama yang berulang-kali, karena semen yang  masih dapat tertinggal di dalam cairan bening pada ujung penis
4.      Coitus interuptus bukan metode kontrasepsi yang baik bila suami mempunyai kesulitan untuk mengetahui kapan ia akan berejakulasi
5.      Coitus interuptus cukup tepat untuk suami yang tidak mempunyai perembesan dari cairan pra ejakulasi sebelum senggama
6.      Coitus interuptus masih merupakan metode kontrasepsi yang lebih baik dari pada sama sekali tidak memakai metode apapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar