Selasa, 04 Desember 2012

IBU BERSALIN DENGAN PRESENTASI BOKONG MURNI


A.    PENGERTIAN
1.      Persalinan
Suatu proses pengeluaran produk konsepsi yang viable melalui jalan lahir biasa (Mochtar Rustam, 1998)
2.      Letak Bokong
Janin yang letaknya memanjang (membujur) dalam rahim, kepala berada difundus dan bokong dibawah (Mochtar Rustam, 1998)
3.      Persalinan Presentasi Bokong
Persalinan dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu, kepala berada pada fundus uteri sedangkan bokong merupakan bagian terbawah (Prawirohardjo, 2000)

B.     MACAM-MACAM LETAK SUNGSANG
1.      Frank Breech (Bokong Murni)
Kedua kaki dalam keadaan flexi pada sendi paha, tetapi extensi pada kedua sendi lutut, sehingga bokong merupakan bagian tertendah pada pemeriksaan dalam hanya teraba bokong.
2.      Complete Breech (Bokong Sempurna)
Kedua tungkai dalam keadaan flexi pada sendi paha dan lutut, sehingga bokong dan kedua kaki merupakan bagian terendah.
3.      Incomplet Breech (Bokong tak sempurna)
Terjadi extensi pada salah satu kedua sendi paha. Sedangkan sendi lutut dapat dalam keadaan flexi dan extensi, sehingga yang merupakan bagian terendah lutut atau kaki. Pada pemeriksaan dalam bagian terendah yang dapat teraba lutut atau kaki.

C.    DIAGNOSA
1.      Pada pemeriksaan luar, diagnosa bawah uterus tidak dapat diraba bagian              yang keras dan bulat, yakni kepala, karena gerakan lebih banyak dibagian bawah.
2.      Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain, karena gerakan lebih banyak dibagian bawah.
3.      Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada umbilicus.
4.      Pada pemeriksaan dalam teraba sacrum, kedua tuberossis iskii dan anus.

D.    ETIOLOGI
1.      Adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus
2.      Multipara
3.      Hamil kembar
4.      Hidromnion
5.      Plasenta Previa
6.      Panggul sempit


E.     PROGNOSA
Angka kematian bayi pada persalinan letak sungsang lebih tinggi bila dibandingkan dengan letak kepala. Kematian perinatal yang terpenting ialah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna, dengan akibat hypoxia. Multiparitas dengan riwayat obstetri yang baik, tidak menjamin persalinan dalam letak sungsang akan berlangsung lancar, sebab janin yang besar dapat menyebabkan disproporsi meskipun panggul normal. Sebab kematian anak dalam bentuk letak sungsang :
1.      Setelah pusat lahir, maka kepala anakk mulai masuk kedalam rongga panggul sehingga tali pusat akan tertekan antara kepala dan rongga bokong.
2.      Terjadinya perdarahan otak karena kepala lahir dengan capat.
3.      Terjadinya kerusakan pada tulang belakang karena tarikan pada badan anak.
4.      Terjadinya prolapsus farnikuli karena bagian depan kurang baik menutupi bagian bawah ini.

F.     PENANGANAN
1.      Sebelum Inpartu
                         a.      Tentukan apakah persalinan dapat pervaginam, setiap persalinan sungsang sebaiknya ditolong pada fasilitas kesehatan yang dapat melakukan operasi.
                        b.      Bila kehamilan berumur 37 minggu atau lebih dan kemungkinan                    besar lahir pervaginam, maka lakukan versi luar (bila dilakukan pada umur kehamilan <37 minggu sering terjadi kematian pada presentasi semula.
                         c.      Versi luar bisa dilakukan pada :
1)      Air ketuban cukup
2)      Tidak ada komplikasi atau kontra indikasi (IUGR, perdarahan, bekas seksio, kelainan janin, kehamilan kembar, hipertensi).
3)      Versi luar dilakukan saat kehamilan
a)      Primi umur kehamilan 34 – 36 minggu
b)      Multi umur kehamilan > 38 minggu.
2.      Saat Inpartu
                         a.      Persalinan pervaginam oleh tenaga penolong yang terlatih akan ambil            bila :
1)      Pelvis adekuat
2)      Caomplete breech/frank breech
                        b.      Ikuti kemajuan persalinan dengan seksama dengan partograf
                         c.      Jangan pecahkan ketuban, bila ketuban pecah periksa apakah ada prolap tali pusat dan apabila kelahiran pervaginam tidak mungkin maka dilakukan SC.

Prinsip persalinan pervaginam pada presentasi bokong :
1.      Persalinan sungsang
2.      Pertolongan ini bila pada primigravida sebaiknya dirumah sakit dan harus dievaluasi sangat hati-hati karena kelahiran bokong belum tentu kepala lahir yang dapat membawa kematian janin sampai kepala janin harus lahir dalam waktu maximal 8 menit sejak umbilicus lahir.

3.      Manual aid.
4.      Dalam keadaan tertentu dapat dilakukan ekstraksi bokong (bila bokong (dihodge IV/dasar panggul) atau ekstraksi kaki.

G.    KOMPLIKASI
1.      Komplikasi pada janin
                         a.      Kematian perinatal.
                        b.      Trauma pada bayi akibat tangan yang extended, kepala yang extended, pembukaan serviks yang belum lengkap, CPD.
                         c.      Asfiksia.
                        d.      Trauma pada abdomen.
2.      Komplikasi pada ibu
                         a.      Pelepasan plasenta.
                        b.      Perlukaan vagina / serviks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar